Apakah hikmah yang dapat kamu ambil dari fenomena makhluk Allah yang telah diciptakannya berpasang-pasangan? Salah satunya adalah bahwa makhluk tidak akan sanggup hidup sendiri. Mereka pasti membutuhkan orang lain untuk membantu atau melengkapi keberadaan dirinya. Demikian juga dengan adanya orang kaya dan orang miskin. Kita saling membutuhkan satu sama lain meskipunterkadang kita tidak menyadarinya. Kaya ataupun miskin adalah sebuah peluang untuk melaksanakan amal saleh sebanyak-banyaknya menuju ridha Allah SWT
Manusia sebagai makhluk hidup mempunyai kebutuhan yang bersifat fisik dan non fisik. Kebutuhan itu tidak pernah dapat dihentikan selama hidup manusia. Untuk mencapai kebutuhan itu, satu sama lain saling bergantung. Manusia sebagai makhluk sosial tidak mungkin dapat hidup seorang diri. Manusia pasti memerlukan kawan atau orang lain. Oleh karena itu, manusia perlu saling hormat menghormati, tolong menolong dan saling membantu dan tidak boleh saling menghina, menzalimi, dan merugikan orang lain
Dalam upaya menanamkan kepekaan untuk saling tolong menolong, kita dapat mebiasakan diri dengan menginfakkan atau memberikan sebagian rezeki yang kita peroleh meskipun sedikit, seperti memberikan santunan kepada fakir miskin, orang tua dan jompo, mengangkat anak asuh, memberi bantuan kepada orang yang sedang menuntut ilmu, membangun sarana umum (jalan), serta mencari upaya mengentaskan kemiskinan yang ada di masyarakat
A. Al Qur’an surat Al-Isra’ ayat 26-27.
1. Bacaan Lihat Al-Qur.an terjemahannya
Artinya : “(26) Dan Berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang ada dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghamburkan (hartamu) dengan boros. (27) Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudaranya setan dan sesungguhnya setan itu sangat ingkar kepada tuhannya.” (QS Al Isra : 26-27)
2. Isi Kandungan
Pada ayat 26, dijelaskan bahwa selain berbakti, berkhidmat dan menampakkan kasih sayang, cinta, dan rahmat kepada kedua orang tua, kita pun hendaknya memberi bantuan kepada keluarga yang dekat karena mereka yang paling utama dan berhak untuk ditolong. Mereka patut mendapat bantuan hidup di tengah keluarga terdekat yang mampu karena pertalian darah. Mereka pasti ada yang hidup lebih berkecukupan dan ada yang kekurangan sehingga kita sebagai keluarga harus saling membantu.
Allah memerintahkan manusia untuk berbakti dan berbuat baik tidak hanya kepada orang tua saja, namun masih harus berbakti kepada tiga golongan yang lain, yaitu:
- kepada kaum kerabat
- kepada orang miskin
- kepada orang terlantar dalam perjalanan.
Pada ayat 27, Allah mengingatkan bahwa betapa buruknya sifat orang yang boros. Mereka dikatakan sebagai saudaranya setan. Orang yang boros bermakna orang yang membelanjakan hartanya dalam perkara yang tidak mengandung manfaat berarti. Ada sebuah hadis yang terkait dengan perbuatan mubazir (boros) ini, yakni yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar. Dia berkata bahwa rasulullah telah melintas di tempat Saad sedang mengambil wudu, kemudian rasulullah menegur Saad karena begitu boros. Lalu Saad menanyakan apakah di dlam wudu juga terdapat boros (mubazir)
B. Al Qur’an Surat Al Baqoroh ayat 177.
1. Bacaan lihat Al-Qur,an terjemahannya.
Artinya:Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orangorang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (Al-Baqoroh:177)
2. Isi Kandungannya
a. Tentang Kiblat dan Keimanan
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Qatadah menerangkan tentang kaum Yahudi yang menganggap bahwa yang baik itu shalat menghadap ke barat, sedang kaum Nashara mengarah ke timur, sehingga turunlah ayat tersebut di atas (S. 2: 177).
(Diriwayatkan oleh Abdur-razzaq dari Ma’mar, yang bersumber dari Qatadah. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Abil ‘Aliyah.)
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa turunnya ayat ini (S. 2: 177) sehubungan dengan pertanyaan seorang laki-laki yang ditujukan kepada Rasulullah SAW tentang “al-Bir” (kebaikan). Setelah turun ayat tersebut di atas (S. 2. 177) Rasulullah SAW memanggil kembali orang itu, dan dibacakannya ayat tersebut kepada orang tadi. Peristiwa itu terjadi sebelum diwajibkan shalat fardhu. Pada waktu itu apabila seseorang telah mengucapkan “Asyhadu alla ilaha illalah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘Abduhu wa rasuluh”, kemudian meninggal di saat ia tetap iman, harapan besar ia mendapat kebaikan. Akan tetapi kaum Yahudi menganggap yang baik itu ialah apabila shalat mengarah ke barat, sedang kaum Nashara mengarah ke timur.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Mundzir yang bersumber dari Qatadah.)
Orang yahudi menganggap bahwa kiblat( tempat menghadap) itu ke barat sedangkan orang Nashrani menganggap kiblat( tempat menghadap) itu ke Timur. Maka Allah memberikan bimbingan bahwa menghadap kiblat adalah kepada apa diperintahkan oleh Allah, Maka tatkala Allah perintah menghadap Baitul maqdis ( Palestina) itulah kebajikan tetapi tatkala Allah perintahkan kiblat ke Masjidil Haram dan itu pulalah kebajikan karena kesana Allah perintahkan. Itulah yang dimaksud bahwa kebajikan itu berdasarkan Iman yang kepada Allah, Iman kepada Hari Akhir, Iman kepada kepada kitab-kitab Allah dan Iman kepada Para Nabi-nabi.
b. Kepedulian social
Kita diperintahkan oleh Allah untuk menyisihkan harta yang kita cintai itu, untuk diberikan kepada kaum kirabat, dan kepada para yatim piatu, dan orang-orang yang miskin dan orang-orang yang membutuhkan lainnya.
c. Berbuat yang terpuji.
Ayat itu menjelaskan kepada kita supaya kita sabar, menepati janji, berlaku adil, berbuat baik dan sebagainya. Kebahagiaan itu adalah bila kita melaksanakan yang diridoi oleh yang maha pencipta.
LATIHAN
A. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d atau e sesuai dengan jawaban yang paling tepat!
1. Sesungguhnya orang-orang boros itu saudaranya setan. Pernyataan tersebut terdapat dalam Al Qur’an surat …
- Al Isra : 26
- Al Isra : 27
- Al Isra : 28
- Al Isra : 29
- Al Isra : 30
2. Yang dimaksud ukhuwah islamiyah adalah …
- orang-orang Islam
- golongan Islam
- persaudaran umat Islam
- golongan radikal
- teroris
3. Dalam Al Qur’an surat … Allah SWT melarang umat manusia menghamburkan harta
- Al Baqarah : 12
- Ali Imran : 14
- Al Maidah : 20
- Al Isra : 26
- An Nur : 30
4. Pada surat Al Isra : 27 terdapat hukum bacaan alif lam syamsiah sebanyak … buah
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
5. Orang yang baru masuk Islam disebut …
- mukallaf
- muallaf
- amil
- khalifah
- murtad
6. Pernyataan bahwa setan itu ingkar kepada tuhannya terdapat dalam Al Qur’an surat …
- At Taubah : 37
- Al Furqan : 52
- Al Maidah ; 70
- Al Isra : 27
- An Nisa : 45
7. Hukum bacaan alif laam qamariyah pada surat Al Isra : 26 berjumlah … buah
a. satu
b. dua
c. tiga
d. empat
e. lima
8. Manusia tidak mungkin hidup seorang diri. Dalam hidupnya manusia pasti membutuhkan orang lain. Hal tersebut dikarenakan manusia sebagai …
- makhluk beriman
- makhluk sosial
- makhluk mandiri
- makhluk budiman
- makhkluk bermoral
9. Arti Kalimat (Zalqurba)adalah….
- Keluarga dekat
- Jangan menghamburkan
- Orang-orang miskin
- Secara boros
- Orang yang boros
10. Pernyataan-pernyataan berikut ini benar, kecuali ….
- Orang yang boros itu saudaranya setan
- Orang yang harus dibantu pertama kali adalah keluarga dekat
- Manusia diperintahkan untuk menghambur-hamburkan harta.
- Makhluk yang ingkar adalah setan
- Manusia harus saling tolong menolong.
11. Pada kata( assabil) terdapat hukum bacaan
- alif lam qamariyah
- alif lam syamsiah
- idgam bilagunnah
- mad wajib muttasil
- mad jaiz muntasil
12. Orang yang paling berhak mendapat bantuan adalah …
- orang boros
- pembantu rumah tangga
- fakir-miskin
- buruh pabrik
- anak yatim yang kaya
13. Pernyataan-pernyataan berikut ini adalah salah, kecuali …
- Membelanjakan harta berlebihan pertintah Allah
- Kita harus menyantuni orang-orang yang boros
- Membelanjakan harta tidak berlebihan dan tidak kikir
- Orang yang boros disayang Allah
- Hidup itu harus saling menolong
14. Kata (tabzir) bermakna ….
a. orang boros
b. pembantu rumah tangga
c. fakir-miskin
d. buruh pabrik
e. anak yatim yang kaya
17. Kata (ibnu sabil) bermakna…
a orang boros
b. pembantu rumah tangga
c. buruk pabrik
- orang yang terlantar
- anak yatim yang kaya
18. Kata (masakin) bermaka…
a. orang boros
b. pembantu rumah tangga
c. fakir-miskin
d. buruh pabrik
e. anak yatim
19. Kata (wala tubazzir )bermakana…
a. janganlah boros
b. janganlah berlebihan
c. janganlah berbuat curang
d. janganlah memfitnah
e. janganlah berteman dengan setan
20. Kata (yatama) bermakna…
- orang boros
- pembantu rumah tangga
- fakir-miskin
- buruh pabrik
- anak yatim
B. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Jelaskan kandungan surat Al Isra ayat 26!
2. Tulislah ayat Al Qur’an yang menjelaskan bahwa pemboros itu saudara setan!
3. Apakah yang dimaksud dengan Mubazir? Jelaskan!
4. Mengapa Allah melarang hidup boros? Jelaskanlah!
5. Tulislah hukum bacaan mad tabi’i pada surah Al Isra Ayat 26!
6. Dalam Al Qur’an surat Al Isra : 26 Allah SWT memerintahkan kepada kaum muslimin untuk menunaikan hak. Kepada siapa sajakah hak itu harus ditunaikan?
7. Tulislah Al Qur’an surat Al Furqan ayat 67 beserta artinya!
8. Jelaskan maksud yang dikandung dalam surat Al Furqan ayat 67!
9. Siapa sajakah orang yang berhak disantuni?
10. Jelaskanlah yang dimaksud bahwa setan itu sanga
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.
You must be logged in to post a comment.